Fakta dan Realita : Muslim dan Sains yang Diklaim Bangsa Barat

8/14/2012

Fakta dan Realita : Muslim dan Sains yang Diklaim Bangsa Barat



pendulum

Pada abad ini, sebagian besar penemuan dalam bidang sains diklaim oleh ilmuwan-ilmuwan Barat (Eropa atau Amerika). Seringkali kita menemukan nama-nama ilmuwan seperti Galileo, Da Vinci, Copernicus, dan Newton di buku-buku teks standar dan atau ensiklopedia.

Disadari atau tidak hal ini mengacu kepada kesimpulan bahwa kontribusi negara-negara lain terhadap sains masih kurang. Sangat sedikit buku yang merangkum perkembangan yang telah berhasil dicapai oleh bangsa India kuno, Cina, atau ilmuwan Muslim.


Padahal, sebagian besar dasar sains ditemukan oleh bangsa non-Eropa atau Amerika. Contohnya, ilmu pengobatan Barat modern berasal dari ilmu pengobatan Islam.
Kompas Cina

Di bawah ini contoh beberapa penemuan yang ada di sekitar kita yang diklaim oleh ilmuwan-ilmuwan Barat. Realita merupakan penemuan-penemuan yang diklaim, sedangkan fakta merupakan penemuan asli dari penemuan yang diklaim. Let’s check it out!!
 
1. Realita : Cermin kaca pertama kali diproduksi di Venesia pada tahun 1291.
    Fakta    : Cermin kaca digunakan oleh Islam Spanyol pada awal abad ke-11. Orang     orang Venesia mempelajari teknik pembuatannya dari seniman  Syria pada abad
    ke-9 dan 10.
 
2. Realita : Pada abad ke-17, pendulum dikembangkan oleh Galileo selama masa    
   remaja.
   Fakta : Pendulum diketemukan Ibn Yunus al-Masri pada abad ke-10, orang yang  
   pertama kali mempelajari dan mendokumentasikan gerakan osilasi. Kegunaannya    pada am diperkenalkan oleh ahli fisika Muslim pada abad ke-15.
 
3. Realita : Studi Isaac Newton di abad ke-17 tentang lensa, cahaya, dan prisma  
    menjadi dasar dari sains optik modern.
   Fakta : Pada abad ke-11, al-Haytham mengemukakan hal yang diungkapkan  
   Newton dan dijuluki oleh para ilmuwan sebagai “Bapak penemu optik”.  Karya-  
   karyanya digunakan dan dikuotasi oleh banyak pelajar Eropa pada bad ke-16 dan
   17, melebihi kombinasi Newton dan Galileo.
 
4. Realita : Konsep dari karantina dikembangkan pertama kali di Venesia pada tahun     1403.
   Fakta : Konsep dari karantina
 
5. Realita : Isaac Newton, pada abad ke-17, menemukan bahwa sinar putih terdiri  
    dari campuran pancaran sinar berwarna-warni.
   Fakta : Hal ini telah dikemukakan oleh al-Haytham pada abad ke-11 dan Kamal ad-    Din pada abad ke-14.
 
6. Realita : Pada tahun 1614, ohn Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik.
   Fakta : Matematikawan Muslim menemukan logaritma dan memproduksi tabel    
   logaritmik beberapa abad sebelumnya, sekitar awal abad ke-13.
 
7. Realita : Selama abad ke-17, Rene Descartes menghasilkan penemuan bahwa
    aljabar dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah  geometrikal.
   Fakta : Matematikawan Islam menyelesaikan hal ini dengan sempurna pada awal  
   abad ke-9. Orang yang pertama kali menemukanna adalah Thabit   bin Qurrah.
 
8. Realita : Kompas ditemukan di Cina sekitar tahun 1000-1100 Masehi. Referensi    
    awal penggunaan kompas untuk navigasi dilakukan oleh  Alexander Neckam  
    (1157-1217).
   Fakta : Ahli geografi dan navigasi Islam adalah orang-orang yang menggunakan  
   jarum magnet dalam navigasi untuk pertama kali. Mereka menemukan kompas dan    menyebarkan ilmunya ke Barat. Neckam kemungkinan mempelajarinya dari  
   pedagang Muslim.
 
9. Realita : Robert Boyle, pada abad ke-17, menemukan sains dari kimia.
   Fakta : Beberapa ahli kimia Muslim, termasuk ar-Razi, al-Jabr, al-Biruni, dan al-    
   Khindi, melakukan ekperimen-eksperimen sains 700 tahun  sebelum Boyle. Durant    menyatakan bahwa ilmuwan Muslim mengenalkan metode eksperimen dari sains  
   ini. Humboldt menghargai ilmuwan Muslim sebagai penemu kimia.

10. Realita : Nicolas Desmarest mengemukakan formasi lembah secara geologis  
      pada tahun 1756.
      Fakta : Ibn Sina dn al-Biruni telah mengemukakan hal tersebut selama abad ke-
     11.
 
11. Realita : Paul Ehrlich (abad ke-19) adalah penemu dari obat kemoterapi, yaitu    
      obat spesifik untuk membunuh mikroba.
      Fakta : Ahli fisika Muslim telah menggunakan berbagai macam substansi spesifik       untuk menghancurkan mikroba. ar-Razi (abad ke-10)  menggunakan senyawa  
      Merkuri sebagai antiseptik topikal. Diperkenalkan pertama kali pada abad ke-7  
      oleh Rasulullah SAW. yang secara biak memperingati untuk tidak memasuki atau       meninggalkan daerah yang sedang terjangkit wabah.
 
12. Realita : William Harvey, selama abad ke-17, menemukan hal bahwa darah    
      bersirkulasi. Dia pertama kali mendeskripsikan fungsi jantung,  arteri, dan vena  
     secara benar.
     Fakta : Pada abad ke-10, ar-Razi menuliskan haisl penelitian tentang sistem vena,      termasuk deskripsi fungsi vena dan katupnya. Ibn an-Nafs dan Ibn al-Quff (abad  
     ke-13) menyediakan dokumentasi lengkap tentang sirkulasi darah dan  
    mendeskripsikan fisiologi jantung dan fungsinya 300 tahun sebelum Harvey.    
    William Harvey merupakan lulusan Universitas Padua di Italia yang pada masa itu       kurikulumnya mengacu kepada textbooks yang ditulis oleh Ibn Sina dan ar-Razi.  
   (Sumber: missionislam.com)
 
 
Selain beberapa fakta yang telah disebutkan, masih banyak lagi fakta-fakta tentang penemuan ilmuwan Muslim yang diklaim oleh ilmuwan Barat. Mengingat hal tersebut, tentunya kita sebagai Muslim generasi masa kini pun masih dapat berkontribusi.

Fakta masa lalu mengatakan bahwa orang Muslim tidak ketinggalan dengan orang Barat, bahkan menjadi acuan. Namun, jangan terlena dengan kejayaan di masa lalu. Yang menjadi topik saat ini adalah “Apa yang bisa diberikan oleh Muslim generasi masa kini?”
 
Sebenarnya sangat besar potensi yang dimiliki oleh semua orang, masalahnya adalah bagaimana membangunkan potensi tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menanamkan keyakinan dan kepercayaan diri bahwa kita mampu.

Kalau kepercayaan diri saja tidak ada, bagaimana dengan motivasinya? Setelah itu jangan lupa untuk terus memperbaiki diri. Mulailah mengatur diri, waktu, dan etos kerja kita. Mulai dari hal-hal kecil namun sering, hingga nantinya menjadi hal-hal besar.
 
Kreatifitas, keseimbangan antara otak kanan-kiri, keseimbangan jasmani dan rohani pun turut berperan penting. Selain otak kiri untuk berpikir matematis, otak kanan menjadi penting karena merupakan tempat ide-ide kreatif berkumpul. Yang diperlukan adalah kemauan untuk menarik potensi itu.

Keseimbangan jasmani penting, karena jika kita sakit akan menghalangi aktivitas kita untuk berkontribusi. Keseimbangan rohani pun menjadi kunci utama yang dimiliki seorang Muslim, karena segala sesuatu akan kembali kepada Allah. Tanpa iman, ilmu yang kita gunakan dapat saja menjadi bersifat destruktif. So, sudah siap menjadi “
The Next Muslim Scientist”? (blackfiles.mywapblog)